Mengggil seluruh tubuh, kecil semua penglihatan ku, hilang semua rasa ketika mendengar keputusan itu.
Semerbak wangi seluruh hati, mawar tumbuh dalam genggaman, mungkin itu yang bisa menggambarkan perasan Edo di saat itu 24 02 14, ketika cintanya di terima.
Berawal dari pulau Sumatera Edo melangkah kan kaki merantau ke pulau Kalimantan, dengan tujuan ingin merubah nasib menjadi lebih baik, terlahir di kelurga sederhana dan hanya lulusan SMA memaksa Edo untuk berfikir lebih dewasa untuk lebih memilih merantau daripada menyambung ke perguruan tinggi.
Berat rasanya langkah, untuk meninggalkan keluarga di Ampung.
Edo: Mak,bapak aku berangkat ya,,, do'akan aku ya semoga sampai tujuan dengan selamat, dan bisa sukses kelak.
Emak:ia amin semoga selamat sampai tujuan, jangan nakal ya di rantau,, jangan lupa sering sering telefon ke rumah ya..
Edo: ia Mak,. (sambil mencium tangan emak)
Bapak: dengar tuh apa kata Mak mu jangan nakal,, jangan lupa sholat(sambil mengelus kepala Edo).
Edo: ia pak (mencium tangan bapak)
Dingin malam mengiringi ke berangkatan Edo, berat kaki tetap dilangkah, bersedih hati tetap di tinggal demi perjuangan untuk masa depan.
Hari pertama edo di kalimantan, dia menemani kakak sepupunya untuk servis motor di salah satu dialer di kota tersebut,sambil bercanda dengan kakak sepupunya di ruang tunggu.
Kakak sepupu: ehhhh Edo kalaw disini nih, kalaw nggak sekolah ataw kerja kamu nggak bakalan punya teman,, (sambil bercanda )
Edo: ia sih bg,, terus gimana ya (sambil tertawa dan menggarut kepala)
Kakak sepupu: hahaha cari pacar aja,, tuh kan banyak cewe di dialer ini, kamu tunjuk aja biar kakak yang minta no hp nya hahah(tertawa dan sedikit ngledek)
Edo: ahh malas aku,,, kan aku kesini buat ceri kerja..( dengan muka songong)
Namun tiba tiba waktu seolah berhenti,jantung seolah tak berdetak lagi ketika edo menatap sesosok wanita cantik yang berjalan di depanya dia adalah administrasi dialer tersebut..
Ehemmmmmmmmm kata kakak sepupu memecah suasana saat itu...
Kakak sepupu: itu cantik Edo, ayo minta no hpnya (sambil ketawa dan menunjuk ke arah wanita tersebut)
Edo:nggak ahhh biasa aja kok(sambil tersenyum)
Di dalam hatinya Edo sangat mengagumi wanita tersebut,, sesuai dengan karekteria idaman Edo, sampai sampai Edo berjanji dalam hatinya jika ia sampai pacaran sama dia nggak bakalan pernah di sakiti tw di putusin, harus jadi istri.
Kakak sepupu: woyyyyy ngapain bengong senyum senyum sendiri lagi, ayo pulang ni udah selesai..
Edo: ia ia bang(terpecah dari lamunan)
Beberapa hari telah berlalu usaha tak menghianati hasil ahirnya Edo terima kerja di salah satu perusahaan fainice sebagai surfe untuk pelanggan yang mau karedit sepeda motor.
Hari pertama kerja Edo di kenalkan dengan salah satu senior marketing(seorang wanita) namanya Rima, Rima ini orang judes pemarah namun baik hati.
Rima: hey kamu anak baru,, sini....
Edo: ia kak
Rima: baca ini, ini panduan kerja kamu sama SOP kerja kita di sini, yang nggak jelas tanyakan..!!
Edo: ia kak(menurut aja)
Rima: hari ini kamu pelajari ini semua besok kita bisa praktek ke lapangan langsung.
Edo:ia kak.
Ke esokan harinya dengan sangat bersemangat untuk bekerja Edo datang tepat waktu seolah olah tak sabar lagi untuk berkerja, maklum ini adalah pertama kali Edo kerja.
Rima: Edo hari ini ikut aku ya kita ke dialer, skalian knal sama teman teman di sana..
Edo: ia kak,
Mereka pun ke dialer,, Tampa di duga ternyata dialer yang dijadikan tempat trening nya Edo adalah dialer yang di datangi Edo kemaren dengan kakak sepupunya untuk serfis motor.
Didalam hati Edo pun berkata" ini kan dialer kmaren tampat si cewek cantik kmaren,, mudahan ada kesempatan buat kenalan sama dia" ia pun memulai aktifitas di sana sambil mencuri curi pandang untuk mencari cewek kmaren yang dia lihat namun tidak ketemu,
Rima:ehhhhh kamu cara apa plonga plongok kayak ada yang di cari
Edo:nggak kak maf,, kmaren pas kesini serpis motor aku ada liha cewe cantik kak, tapi ini kq nggak ada ya..(ketawa sambil bercanda)
Rima: ahhhhhh kamu itu baru udah mulai lirik lirik cewe. Di sini emang pada cantik cantik semua kok(sambil bergaya sok Sokan)
Tak lama kemudian muncul lah sosok yang di maksut Edo di berjalan ke arah Rima mengantar berkas, Edo pun terdiam dan terpukau meliatnya, setelah wanita itu pergi,..
Edo:kak itu dia yang aku maksut ... Siapa namanya..?(dengan sangat antusias)
Rima: Oh dia tanya sendiri lah...(sambil tertawa)
Edo: yahhhh bantu lah kak(dengan muka memelas)
Rima: aaaaah tanya sendiri sana..
Edo: ayo lah kak bantu kali ini aja(muka memelas)
Rima: Yaya besok aja.
Hari ini pun berlalu, tak sabar rasanya untuk menunggu hari esok untuk bisa berjumpa dengan nya lagi,, meski sampai saat ini belum tau namanya tapi masih tetap berusaha.
Indah rasanya hari seolah olah semesta pun ikut merencanakan pertemuanku dengannya,semoga hari ini bisa berkenalan dan dapat no hpnya amin.
Hari yang di tungu pun ahirnya datang Edo dengan semangat datang ke kantor untuk absen dan langsung menuju dialer, Tak lama Edo sampai di dialer Rima pun datang..
Edo:ehemmmmm janji janji
Rima:ia ia
Rima: tungu ya ku panggil
Rima pun berteriak memanggil dek...... Sini ada yang mau kenalan nih,,, mulai dari kmaren mau kenalan tapi nggak berani hahaha
Edo: aduhhh (sambil megang kepala merasa malu)
Yang di tunggu tungu pun datang menuju arah rima, edo pun deg dekan melihatnya,, ia pun langsung menghampiri Rima. Ia kak kenapa
Rima:ni si Edo mau kenalan ni mulai dari kemaren mau knalan tapi nggak berani.. (sambil ngledek)
Edo: mmmm( muka memerah)
Edo:boleh knalan nggak(sambil menjulurkan tangan)
Namun tangan Edo tidak di sambut,, ia boleh namaku marlina. Udah kan. Aku mau lanjut kerja
Edo: ohhh ia silakan
Rima:gima skarang udah tau kan namanya,, lanjut kerja lagi
Edo: ia ia,,,, tapi boleh minta no dia nggak kak.?
Rima: minta langsung lah sama oranya...!
Edo: duhhh ntar nggak di kasih kak
Rima: ehhh dia tuh udah ada yang lagi dekati tau..
Edo: tapi bukan pacarnya kan,, ya nggak apa lah sama sama berjuang hehehe(sambil tertawa)
Edo:ya kakak plisss
Rima: ya udah ambil sendiri tu di hp ku cari yang namanya Marlina, tapi jangan bilang aku yang kasih no nya ya.
Edo: ia siappp kak,,
Ahir nya Edo pun dapat no hpnya dari hp Rima, namun Edo bingung untuk memulai pembicaraan 3 hari setelah memiliki no Marlina Edo masih belum berani memulai untuk berkomunikasi, ia hannya bisa memandangi nya dari ke jauhan saja.
Pada suatu ketika di malam hari Edo berfikir bagai mana caranya supaya bisa mengungkapkan perasaannya ke pada Marlina,sedangkan dia tidak pernah saling bicara atawpun saling tlfonan, namun ia bertekat malam besoknya untuk menelfon Marlina untuk mengungkapkan perasaannya Edo sudah pasrah ia tak tau harus memulainya dari mana jadi ia putuskan untuk malam besoknya mengungkapkan perasaanya apapun resikonya ia akan terima meski pun harus di tolak, dari pada keduluan saingan yang lain.
Waktupun berlalu malam yang di tunggu datang, sambil menatap layar hp dan melihat nomor Marlina ia mengumpulkan keberanian untuk menelfon, hampir lebih satu jam Edo menatap hp nya namun belum ada keberanianya untuk menelefon, dengan tarikan nafas pajang,sambil memejamkan mata ia menekan tombol panggil untuk menelefon Marlina
Seketika terasa hening dengan sayup sayup ter dengar suara tuuuut tuuuut bahwa panggilan tersebut terhubung, tak lama kemudian terdengar suara lembut dan merdu halooo siapa ya jawab Marlina...
Edo: halo assalamualaikum,, ini Marlina ya..?
Marlina: ia, ini siapa ya..?
Edo: ini aku edo, temannya Rima yang knalan sama kamu kmaren.. ( dengan nafas terhengah engngah)
Marlina: ohhhh Edo, darimana kamu tau no hp ku?
Edo: mmmmmm maaf ya ,, aku ngambil sendiri di hpnya kak Rima..
Marlina:ohhhh nggak sopan tau
Edo: maaf ya heheh, aku nggak tau lagi gimana cara nya buat bisa dapat no hp mu,, ya terpaksa gitu deh caranya heeee(sambil tertawa kecil)
Marlina: mmmm ya udah deh, terus kenapa kamu nelfon aku..?
Edo: maaf lah sblumnya,, aku nggak tau harus mulai dari mana untuk bicara, mungkin ini terdengar gila menurut mu tapi nggak mungkin tanpa alasan aku ambil no hp mu..
Marlina: ia kenapa sih...?
Edo: aku suka sama kamu....
Marlina: hahhhhh(terkejut) gila kamu baru pertama kali nlfn langsung nembak, mmmm kayaknya sering deh nembak cewek kamu..
Edo: ya mungkin terdengar gila menurut mu, tapi aku nggak tau lagi aku harus bagai mana, harus kah aku dkatin kamu dengan banyak basa basinya,, aku nggak paham tentang hal itu. Makanya aku putuskan untuk ungkapkan ini langsung, agar kamu tau alasan knpa aku mendekati mu. Jikalau kamu tak suka dengan cara ku, aku mohon maff.
Marlina: tapi kok bisa secepat ini, kamu aja belum tau siapa aku, kita aja belum saling kenal.
Edo:ia aku paham kok tapi aku nggak ingin keduluan sama yang lain, aku tau kok kamu ada juga yang lagi dekatin. Maka dari itu aku ungkapin skarang kena aku nggak pengen nyesal ntar nggak bisa ngungkapin cinta ku sama kamu.
Marlina: mmmmm kamu tu aneh
Edo: ya udah sekarang terserah kamu mau percaya ataw nggak, tapi setidaknya aku sudah lega bisa ungkapin ini ke kamu.. masalah terima ataw nggaknya itu pilihan mu.. aku siap terima apa pun itu..
Marlina: maaf ya aku nggak bisa jawab ini skarang.
Edo: oke nggak apa aku siap menunggu tapi jangan terlalu lama ya, jikalau sekedar menunggu patah hati. Heheh
Marlina: emmmmm aku mau tidur
Edo:oke lw gitu,, moga mimpi indah.
Tut Tut Tut telfon di matikan, Edo pun terdiam dan termenung sambil tertawa tak percaya apa yang sudah dia lakukan. Sambil penuh harapan Edo pun menunggu jawaban.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar