Jumat, 05 Juli 2024

KERINCI

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya

Kerinci

Di puncak tinggi menjulang,
Gunung Kerinci berdiri megah,
Menjaga hening malam,
Menyambut fajar dengan sejuk napas.

Hijau rimba menyelimuti,
Pepohonan tua bersaksi bisu,
Aliran sungai membelah lembah,
Menyanyikan lagu alam yang tak pernah berhenti.

Di kaki gunung, kebun teh terbentang,
Bak permadani alam yang subur,
Petani tekun menebar harapan,
Dalam senyum penuh syukur.

Awan berarak di langit biru,
Memeluk puncak dalam pelukan lembut,
Hati manusia terpana pilu,
Pada keelokan yang tiada ahir.

Gunung Kerinci, permata Nusantara,
Dengan pesona yang abadi,
Mengajar kita untuk mencinta,
Keindahan alam, warisan ilahi.


Pengenalan

Gunung Kerinci, terletak di Provinsi Jambi, Sumatera, merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut, Gunung Kerinci tidak hanya menjadi daya tarik bagi para pendaki, tetapi juga menawarkan panorama alam yang menakjubkan dan kekayaan budaya yang kaya dan beragam.


Keindahan Alam Gunung Kerinci

Gunung Kerinci merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat, yang dikenal dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang langka dan terancam punah. Di sekitar gunung, terdapat hutan hujan tropis yang lebat, danau-danau cantik seperti Danau Gunung Tujuh, serta air terjun yang mempesona.


Pendakian Gunung Kerinci menawarkan pemandangan yang spektakuler, dari hutan tropis yang rimbun hingga puncak yang memberikan panorama 360 derajat yang menakjubkan, termasuk pemandangan ke Samudra Hindia. Di puncak, pendaki dapat melihat kawah aktif yang masih mengepulkan asap, memberikan pengalaman yang tak terlupakan.


Kekayaan Budaya

Selain keindahan alamnya, daerah sekitar Gunung Kerinci juga kaya akan budaya. Penduduk setempat, yang mayoritas adalah suku Kerinci, memiliki tradisi dan adat istiadat yang unik. Suku Kerinci dikenal dengan keahlian mereka dalam bertani dan bercocok tanam, terutama dalam penanaman padi dan kopi. Kopi Kerinci bahkan telah dikenal di pasar internasional karena kualitasnya yang tinggi.


Budaya Kerinci juga tercermin dalam seni dan kerajinan mereka. Tari-tarian tradisional, seperti Tari asek dan Tari Rentak kudo, sering ditampilkan dalam upacara adat dan festival. Selain itu, tenun songket dan anyaman bambu menjadi kerajinan tangan yang khas dari daerah ini.


Festival dan Upacara Adat

Masyarakat Kerinci memiliki berbagai upacara adat dan festival yang meriah. Salah satu yang paling terkenal adalah Festival Masyarakat Adat Kerinci, yang diadakan setiap tahun untuk merayakan kekayaan budaya dan tradisi mereka. Festival ini menampilkan berbagai kegiatan seperti pertunjukan tari, musik tradisional, pameran kerajinan tangan, serta lomba-lomba tradisional.


Upacara adat lainnya adalah upacara perkawinan tradisional Kerinci, yang penuh dengan simbolisme dan ritual. Prosesi pernikahan biasanya melibatkan berbagai tahapan, mulai dari lamaran, penentuan hari baik, hingga pesta pernikahan yang diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.


Pelestarian Budaya dan Alam

Meskipun modernisasi terus berkembang, masyarakat Kerinci tetap berupaya melestarikan budaya dan alam mereka. Pendidikan tentang pentingnya menjaga hutan dan lingkungan dilakukan sejak dini. Selain itu, upaya pelestarian budaya juga dilakukan melalui pengajaran bahasa dan adat istiadat Kerinci kepada generasi muda.


Gunung Kerinci dan budayanya adalah contoh nyata bagaimana alam dan manusia bisa hidup harmonis. Keindahan alam yang menakjubkan, ditambah dengan kekayaan budaya yang kaya, membuat Gunung Kerinci menjadi destinasi yang layak untuk dikunjungi dan dipelajari.


Penutup

Gunung Kerinci bukan hanya sekadar gunung tertinggi di Sumatera, tetapi juga simbol keanekaragaman alam dan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan mengunjungi Gunung Kerinci, kita tidak hanya menikmati keindahan alam yang memukau, tetapi juga belajar dan menghargai kekayaan budaya yang ada di sekitarnya. Melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan, keindahan dan kekayaan ini diharapkan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Rabu, 19 Juni 2024

TAKDIR

 TAKDIR




Di bawah langit yang merona senja,

Ada takdir yang telah menata rencana,

Dalam sunyi, dua jiwa yang pernah hampa,

Bertemu di persimpangan tanpa sengaja.


Laksana ombak yang bertemu pantai,

Bersatu dalam denting waktu yang melambai,

Takdir membawa mereka menyatu,

Dalam kisah yang telah tertulis di langit biru.


Tatapan pertama penuh makna,

Hati berbicara tanpa suara,

Seakan mengenal sejak lama,

Meski baru bertemu dalam satu masa.


Di balik senyum yang tak terucap,

Ada rahasia yang lama terpendam,

Takdir yang mempertemukan,

Menyulam cerita cinta dalam diam.


Pertemuan yang telah ditentukan,

Menjadi awal dari segalanya,

Takdir telah menuliskan,

Bahwa mereka adalah sepasang jiwa.


Dalam setiap langkah yang terajut,

Ada keyakinan yang semakin kuat,

Bahwa pertemuan ini bukan kebetulan,

Melainkan takdir yang penuh keagungan.

Senin, 17 Juni 2024

CAHAYA KECIL DI UJUNG JALAN

 

CAHAYA KECIL DI UJUNG JALAN




Tersembunyi dalam bayang senja,

Ada kisah yang tak terungkap,

Terselip di antara desir angin malam,

Tentang kegagalan yang tak pernah padam.


Di lembah sunyi tanpa cahaya,

Terpancar bayang-bayang keraguan,

Langkah-langkah patah tak menemukan jejak,

Menghilang dalam kabut tanpa kepastian.


Hanya gema bisikan angin,

Mengiringi derita hati yang remuk,

Sebuah mimpi yang tak pernah terwujud,

Terkubur di dasar harapan yang tenggelam.


Namun, di balik misteri kelam,

Ada kekuatan yang tersembunyi,

Karena kegagalan adalah guru,

Yang mengajarkan arti dari bangkit kembali.


Jadi, meski gelap menyelimuti jalan,

Dan air mata mengalir tanpa henti,

Ada sinar kecil yang setia menunggu,

Di ujung kegelapan, menanti cahaya pagi.

Ternyata yang kucari tak pernah hilang.

Ternyata yang kucari tak pernah hilang.




 Dalam hening malam, di bawah rembulan kelabu,

Kulewati jalan setapak yang sepi dan semu.

Hati yang mencari, jiwa yang mendamba,

Menelusuri jejak bayang dalam samudra gelap.


Di balik kabut, di antara dedaunan bisu,

Kupandang langit yang muram, pendaran cahaya semu.

Berbisik angin, cerita kuno tanpa suara,

Mengantar langkahku menuju rahasia tersembunyi.


Kutelusuri lorong waktu, berliku tanpa ujung,

Dalam doa lirih, terukir asa tanpa hujung.

Adakah Engkau di sana, menanti dalam teduh?

Atau hanya bayangan, fatamorgana yang megah?


Setiap tetes embun yang jatuh di rerumputan basah,

Adalah pesan dari semesta, tanda-tanda tersirat,

Di setiap detik sunyi, di setiap tarikan napas,

Kucari wajah-Mu, di balik tirai dunia yang rapuh.


Dalam pencarian tanpa akhir, dalam ketenangan batin,

Kuhirup aroma damai, harum bunga ilahi.

Kudengar suara, lembut namun tegas,

"Mendekatlah, wahai jiwa yang haus akan cinta."


Akhirnya kutemukan, di kedalaman hati yang sunyi,

Bahwa Tuhan tak pernah jauh, selalu dekat, menyinari.

Dalam hening, dalam damai, dalam setiap hembusan nafas,

Kupeluk ketenangan, dalam perjalanan menemui-Mu, wahai Maha Kasih.

Kamis, 14 Oktober 2021

PURNAMA Di SIANG HARI


 Sungguh indah pemandangan pantai,
Deburan ombak menghempas karang,
Indah terpapar panorama alam ,
Karang menangis tak pernah kau dengar.

Hujan langit  menjatuh kan air,
Namun danau tak kunjung penuh juga,
Menangis engkau di ujung alam teriakan keras membuat tuli.

Duduk engkau 
Diatas tikar,
Berbisik di tanah
Sampai ke hati.

Biar ujut tak pernah terpapar,
Namun engkau selalu di hati.




Sandayu edi





Rabu, 13 Oktober 2021

PUISI

 Nestapa Aurora

Indah bak sungai mengalir dari syurga,
Warna berpadu bak pelangi senja,
Engkau lukis seolah nyata,
Nestapa rindu entah dimana.

Indah di pandang membuat terlena,
Ingin ku genggam dimana kah dia,
Wahai engkau penghias mata,
Nestapa cinta yang membawa duka.

Jika engkau yang seolah nyata,
Bisa membuat aku jatuh cinta,
Tolong engkau jelaskan,
Bagai mana kiranya  mencintai yang tak memiliki rupa.











Sandayu edi

Senin, 11 Oktober 2021

TANJUNG NURBYA

Mengggil seluruh tubuh, kecil semua penglihatan ku, hilang semua rasa  ketika mendengar keputusan itu.

Semerbak wangi seluruh hati, mawar tumbuh dalam genggaman, mungkin itu yang bisa menggambarkan perasan Edo di saat itu 24 02 14, ketika cintanya di terima.

Berawal dari pulau Sumatera Edo melangkah kan kaki merantau ke pulau Kalimantan, dengan tujuan ingin merubah nasib menjadi lebih baik, terlahir di kelurga sederhana dan hanya lulusan SMA memaksa Edo untuk berfikir lebih dewasa untuk lebih memilih merantau daripada menyambung ke perguruan tinggi.

Berat rasanya langkah, untuk meninggalkan keluarga di Ampung.

Edo: Mak,bapak aku berangkat ya,,, do'akan aku ya semoga sampai tujuan dengan selamat, dan bisa sukses kelak.

Emak:ia amin semoga selamat sampai tujuan, jangan nakal ya di rantau,, jangan lupa sering sering telefon ke rumah ya..

Edo: ia Mak,. (sambil mencium tangan emak)

Bapak: dengar tuh apa kata Mak mu jangan nakal,, jangan lupa sholat(sambil mengelus kepala Edo).

Edo:  ia pak (mencium tangan bapak)

Dingin malam mengiringi ke berangkatan Edo, berat kaki tetap dilangkah, bersedih hati tetap di tinggal demi perjuangan untuk masa depan.

Hari pertama edo di kalimantan, dia menemani kakak sepupunya untuk servis motor di salah satu dialer di kota tersebut,sambil bercanda dengan kakak sepupunya di ruang tunggu.

Kakak sepupu: ehhhh Edo  kalaw disini nih, kalaw nggak sekolah ataw kerja kamu nggak bakalan punya teman,, (sambil bercanda )

Edo: ia sih bg,, terus gimana ya (sambil tertawa dan menggarut kepala)

Kakak sepupu: hahaha cari pacar aja,, tuh kan banyak cewe di dialer ini, kamu tunjuk aja biar kakak yang minta no hp nya hahah(tertawa dan sedikit ngledek)

Edo: ahh malas aku,,, kan aku kesini buat ceri kerja..( dengan muka songong)

Namun tiba tiba waktu seolah berhenti,jantung seolah tak berdetak lagi  ketika edo menatap sesosok  wanita cantik yang berjalan di depanya dia adalah administrasi dialer tersebut..

Ehemmmmmmmmm kata kakak sepupu memecah suasana saat itu...

Kakak sepupu: itu cantik Edo, ayo minta no hpnya (sambil ketawa dan menunjuk ke arah wanita tersebut)

Edo:nggak ahhh biasa aja kok(sambil tersenyum)

Di dalam hatinya Edo sangat mengagumi wanita tersebut,, sesuai dengan karekteria idaman Edo, sampai sampai Edo berjanji dalam hatinya jika ia sampai pacaran sama dia  nggak bakalan pernah di sakiti tw di putusin, harus jadi istri.

Kakak sepupu: woyyyyy ngapain bengong senyum senyum sendiri lagi, ayo pulang ni udah selesai..

Edo: ia ia bang(terpecah dari lamunan)

Beberapa hari telah berlalu  usaha tak menghianati hasil ahirnya Edo terima kerja di salah satu perusahaan fainice sebagai surfe untuk pelanggan yang mau karedit sepeda motor.

Hari pertama kerja Edo di kenalkan dengan salah satu senior marketing(seorang wanita) namanya Rima, Rima ini orang judes pemarah namun baik hati.

Rima: hey kamu anak baru,, sini....

Edo: ia kak 

Rima: baca ini, ini panduan kerja kamu sama SOP kerja kita di sini, yang nggak jelas tanyakan..!!

Edo:  ia kak(menurut aja)

Rima: hari ini kamu pelajari ini semua besok kita bisa praktek ke lapangan langsung.

Edo:ia kak.

Ke esokan harinya dengan sangat bersemangat untuk bekerja  Edo datang tepat waktu seolah olah tak sabar lagi untuk berkerja, maklum ini adalah pertama kali Edo kerja.

Rima: Edo hari ini ikut aku ya kita ke dialer, skalian knal sama teman teman di sana..

Edo: ia kak,

Mereka pun ke dialer,, Tampa di duga ternyata dialer yang dijadikan tempat trening nya Edo adalah dialer yang di datangi Edo kemaren dengan kakak sepupunya untuk serfis motor.

Didalam hati Edo pun berkata" ini kan dialer kmaren tampat si cewek cantik kmaren,, mudahan ada kesempatan buat kenalan sama dia"  ia pun memulai aktifitas di sana sambil mencuri curi pandang untuk mencari cewek kmaren yang dia lihat namun tidak ketemu,

Rima:ehhhhh kamu cara apa plonga plongok kayak ada yang di cari

Edo:nggak kak maf,, kmaren pas kesini serpis motor aku ada liha cewe cantik kak, tapi ini kq nggak ada ya..(ketawa sambil bercanda)

Rima: ahhhhhh kamu itu baru udah mulai lirik lirik cewe. Di sini emang pada cantik cantik semua kok(sambil bergaya sok Sokan)

Tak lama kemudian muncul lah sosok yang di maksut Edo di berjalan ke arah Rima mengantar berkas,  Edo pun terdiam dan terpukau meliatnya, setelah wanita itu pergi,..

Edo:kak itu dia yang aku maksut ... Siapa namanya..?(dengan sangat antusias)

Rima: Oh dia tanya sendiri lah...(sambil tertawa)

Edo: yahhhh bantu lah kak(dengan muka memelas)

Rima: aaaaah tanya sendiri sana..

Edo: ayo lah kak bantu kali ini aja(muka memelas)

Rima: Yaya besok aja.

Hari ini pun berlalu, tak sabar rasanya untuk menunggu hari esok  untuk bisa berjumpa dengan nya lagi,, meski sampai saat ini belum tau namanya  tapi masih tetap berusaha.

Indah rasanya hari seolah olah semesta pun ikut merencanakan pertemuanku dengannya,semoga hari ini bisa berkenalan dan dapat no hpnya amin.

Hari yang di tungu pun ahirnya datang Edo dengan semangat datang ke kantor untuk absen dan langsung menuju dialer, Tak lama Edo sampai di dialer Rima pun datang..

Edo:ehemmmmm janji janji 

Rima:ia ia 

Rima: tungu ya ku panggil

Rima pun berteriak  memanggil dek...... Sini ada yang mau kenalan nih,,, mulai dari kmaren mau kenalan tapi nggak berani hahaha

Edo: aduhhh (sambil megang kepala merasa malu)

Yang di tunggu tungu pun datang menuju arah rima, edo pun deg dekan  melihatnya,, ia pun langsung menghampiri Rima. Ia kak kenapa 

Rima:ni si Edo mau kenalan ni mulai dari kemaren mau knalan tapi nggak berani.. (sambil ngledek)

Edo: mmmm( muka memerah)

Edo:boleh knalan nggak(sambil menjulurkan tangan)

Namun tangan Edo tidak di sambut,, ia boleh namaku marlina. Udah kan. Aku mau lanjut kerja

Edo: ohhh ia silakan

Rima:gima skarang udah tau kan namanya,,  lanjut kerja lagi

Edo: ia ia,,,, tapi boleh minta no dia nggak kak.?

Rima: minta langsung lah sama oranya...!

Edo: duhhh ntar nggak di kasih kak

Rima: ehhh dia tuh udah ada yang lagi dekati tau..

Edo: tapi bukan pacarnya kan,, ya nggak apa lah sama sama berjuang hehehe(sambil tertawa)

Edo:ya kakak plisss

Rima: ya udah ambil sendiri tu di hp ku cari yang namanya Marlina, tapi jangan bilang aku yang kasih no nya ya. 

Edo: ia siappp kak,, 

Ahir nya Edo pun dapat no hpnya dari hp Rima, namun Edo bingung untuk memulai pembicaraan  3 hari setelah memiliki no Marlina Edo masih belum berani memulai untuk berkomunikasi, ia hannya bisa memandangi nya dari ke jauhan saja.

Pada suatu ketika di malam hari Edo berfikir bagai mana caranya supaya bisa mengungkapkan perasaannya ke pada Marlina,sedangkan dia tidak pernah saling bicara atawpun saling tlfonan, namun ia bertekat malam besoknya untuk menelfon Marlina untuk mengungkapkan perasaannya Edo sudah pasrah ia tak tau harus memulainya dari mana  jadi ia putuskan untuk malam besoknya  mengungkapkan perasaanya  apapun resikonya ia akan terima meski pun harus di tolak, dari pada keduluan saingan yang lain.

Waktupun berlalu malam yang di tunggu datang, sambil menatap layar hp dan melihat nomor Marlina ia mengumpulkan keberanian untuk menelfon, hampir lebih satu jam Edo menatap hp nya namun belum ada keberanianya untuk menelefon, dengan tarikan nafas pajang,sambil memejamkan mata ia menekan tombol panggil untuk menelefon Marlina

Seketika terasa hening dengan sayup sayup ter dengar suara tuuuut tuuuut  bahwa panggilan tersebut terhubung, tak lama kemudian terdengar suara lembut dan merdu  halooo siapa ya  jawab Marlina...

Edo: halo assalamualaikum,, ini Marlina ya..?

Marlina: ia, ini siapa ya..?

Edo: ini aku edo, temannya Rima yang knalan sama kamu kmaren.. ( dengan nafas terhengah engngah)

Marlina: ohhhh Edo, darimana kamu tau no hp ku?

Edo: mmmmmm maaf ya ,, aku ngambil sendiri di hpnya kak Rima..

Marlina:ohhhh nggak sopan tau

Edo: maaf ya  heheh,  aku nggak tau lagi gimana cara nya buat bisa dapat no hp mu,, ya terpaksa gitu deh caranya heeee(sambil tertawa kecil)

Marlina: mmmm ya udah deh,  terus kenapa kamu nelfon aku..?

Edo: maaf lah sblumnya,, aku nggak tau harus mulai dari mana untuk bicara, mungkin ini terdengar gila menurut mu tapi nggak mungkin tanpa alasan aku ambil no hp mu..

Marlina: ia kenapa sih...?

Edo: aku suka sama kamu....

Marlina: hahhhhh(terkejut) gila kamu baru pertama kali nlfn langsung nembak,  mmmm kayaknya sering deh nembak cewek kamu..

Edo: ya mungkin terdengar gila menurut mu, tapi aku nggak tau lagi aku harus bagai mana, harus kah aku dkatin kamu dengan banyak basa basinya,,  aku nggak paham tentang hal itu. Makanya aku putuskan untuk ungkapkan ini langsung, agar kamu tau alasan knpa aku mendekati mu.  Jikalau kamu tak suka dengan cara ku, aku mohon maff.

Marlina: tapi kok bisa secepat ini, kamu aja belum tau siapa aku, kita aja belum saling kenal.

Edo:ia aku paham kok tapi aku nggak ingin keduluan sama yang lain, aku tau kok kamu ada juga yang lagi dekatin. Maka dari itu aku ungkapin skarang kena aku nggak pengen nyesal ntar nggak bisa ngungkapin cinta ku sama kamu.

Marlina: mmmmm kamu tu aneh

Edo: ya udah sekarang terserah kamu mau percaya ataw nggak,  tapi setidaknya aku sudah lega bisa ungkapin ini ke kamu..  masalah terima ataw nggaknya itu pilihan mu.. aku siap terima apa pun itu..

Marlina: maaf ya aku nggak bisa jawab ini skarang.

Edo: oke nggak apa aku siap menunggu tapi jangan terlalu lama ya, jikalau sekedar menunggu patah hati. Heheh 

Marlina: emmmmm aku mau tidur 

Edo:oke lw gitu,, moga mimpi indah.

Tut Tut Tut telfon di matikan, Edo pun terdiam dan termenung sambil tertawa  tak percaya apa yang sudah dia lakukan. Sambil penuh harapan Edo pun menunggu jawaban.



Bersambung

KERINCI

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya Kerinci Di puncak tinggi menjulang, Gunung Kerinci berdiri megah, Menjaga hening malam, M...