Rabu, 19 Juni 2024

TAKDIR

 TAKDIR




Di bawah langit yang merona senja,

Ada takdir yang telah menata rencana,

Dalam sunyi, dua jiwa yang pernah hampa,

Bertemu di persimpangan tanpa sengaja.


Laksana ombak yang bertemu pantai,

Bersatu dalam denting waktu yang melambai,

Takdir membawa mereka menyatu,

Dalam kisah yang telah tertulis di langit biru.


Tatapan pertama penuh makna,

Hati berbicara tanpa suara,

Seakan mengenal sejak lama,

Meski baru bertemu dalam satu masa.


Di balik senyum yang tak terucap,

Ada rahasia yang lama terpendam,

Takdir yang mempertemukan,

Menyulam cerita cinta dalam diam.


Pertemuan yang telah ditentukan,

Menjadi awal dari segalanya,

Takdir telah menuliskan,

Bahwa mereka adalah sepasang jiwa.


Dalam setiap langkah yang terajut,

Ada keyakinan yang semakin kuat,

Bahwa pertemuan ini bukan kebetulan,

Melainkan takdir yang penuh keagungan.

Senin, 17 Juni 2024

CAHAYA KECIL DI UJUNG JALAN

 

CAHAYA KECIL DI UJUNG JALAN




Tersembunyi dalam bayang senja,

Ada kisah yang tak terungkap,

Terselip di antara desir angin malam,

Tentang kegagalan yang tak pernah padam.


Di lembah sunyi tanpa cahaya,

Terpancar bayang-bayang keraguan,

Langkah-langkah patah tak menemukan jejak,

Menghilang dalam kabut tanpa kepastian.


Hanya gema bisikan angin,

Mengiringi derita hati yang remuk,

Sebuah mimpi yang tak pernah terwujud,

Terkubur di dasar harapan yang tenggelam.


Namun, di balik misteri kelam,

Ada kekuatan yang tersembunyi,

Karena kegagalan adalah guru,

Yang mengajarkan arti dari bangkit kembali.


Jadi, meski gelap menyelimuti jalan,

Dan air mata mengalir tanpa henti,

Ada sinar kecil yang setia menunggu,

Di ujung kegelapan, menanti cahaya pagi.

Ternyata yang kucari tak pernah hilang.

Ternyata yang kucari tak pernah hilang.




 Dalam hening malam, di bawah rembulan kelabu,

Kulewati jalan setapak yang sepi dan semu.

Hati yang mencari, jiwa yang mendamba,

Menelusuri jejak bayang dalam samudra gelap.


Di balik kabut, di antara dedaunan bisu,

Kupandang langit yang muram, pendaran cahaya semu.

Berbisik angin, cerita kuno tanpa suara,

Mengantar langkahku menuju rahasia tersembunyi.


Kutelusuri lorong waktu, berliku tanpa ujung,

Dalam doa lirih, terukir asa tanpa hujung.

Adakah Engkau di sana, menanti dalam teduh?

Atau hanya bayangan, fatamorgana yang megah?


Setiap tetes embun yang jatuh di rerumputan basah,

Adalah pesan dari semesta, tanda-tanda tersirat,

Di setiap detik sunyi, di setiap tarikan napas,

Kucari wajah-Mu, di balik tirai dunia yang rapuh.


Dalam pencarian tanpa akhir, dalam ketenangan batin,

Kuhirup aroma damai, harum bunga ilahi.

Kudengar suara, lembut namun tegas,

"Mendekatlah, wahai jiwa yang haus akan cinta."


Akhirnya kutemukan, di kedalaman hati yang sunyi,

Bahwa Tuhan tak pernah jauh, selalu dekat, menyinari.

Dalam hening, dalam damai, dalam setiap hembusan nafas,

Kupeluk ketenangan, dalam perjalanan menemui-Mu, wahai Maha Kasih.

KERINCI

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Kekayaan Budaya Kerinci Di puncak tinggi menjulang, Gunung Kerinci berdiri megah, Menjaga hening malam, M...