Ternyata yang kucari tak pernah hilang.
Dalam hening malam, di bawah rembulan kelabu,
Kulewati jalan setapak yang sepi dan semu.
Hati yang mencari, jiwa yang mendamba,
Menelusuri jejak bayang dalam samudra gelap.
Di balik kabut, di antara dedaunan bisu,
Kupandang langit yang muram, pendaran cahaya semu.
Berbisik angin, cerita kuno tanpa suara,
Mengantar langkahku menuju rahasia tersembunyi.
Kutelusuri lorong waktu, berliku tanpa ujung,
Dalam doa lirih, terukir asa tanpa hujung.
Adakah Engkau di sana, menanti dalam teduh?
Atau hanya bayangan, fatamorgana yang megah?
Setiap tetes embun yang jatuh di rerumputan basah,
Adalah pesan dari semesta, tanda-tanda tersirat,
Di setiap detik sunyi, di setiap tarikan napas,
Kucari wajah-Mu, di balik tirai dunia yang rapuh.
Dalam pencarian tanpa akhir, dalam ketenangan batin,
Kuhirup aroma damai, harum bunga ilahi.
Kudengar suara, lembut namun tegas,
"Mendekatlah, wahai jiwa yang haus akan cinta."
Akhirnya kutemukan, di kedalaman hati yang sunyi,
Bahwa Tuhan tak pernah jauh, selalu dekat, menyinari.
Dalam hening, dalam damai, dalam setiap hembusan nafas,
Kupeluk ketenangan, dalam perjalanan menemui-Mu, wahai Maha Kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar